Banjir Reda, Lumpur Melanda

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan penyemprotan lumpur di Jalan Inspeksi Ciliwung, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (9/2).

MONITOR, Jakarta - Banjir yang menyerbu ibukota Jakarta mulat reda, namun pekerjaan rumah Pemprov DKI belum selesai. Ya, pasca banjir menerjang Senin (5/2) lalu, masyarakat dan aparatur Pemprov DKI kini disibukan dengan pembersihan lumpur.

Tumpukan lumpur terparah bisa dilihat dikawasan Inpeksi Sungai Ciliwung. Ya dikawasan ini tumpukan lumpur terlihat meluber diperumahan penduduk.

Untuk membersihkan lumpur tersebut, Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan penyemprotan lumpur di Jalan Inspeksi Ciliwung, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (9/2).

"Empat unit mobil pompa kita kerahkan agar proses penyemprotan jalan lebih cepat dan maksimal," ujar Gatot Sulaiman, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.

Menurut Gatot, dalam penyemprotan di jalan inspeksi sepanjang dua kilometer ada terkendala banyaknya kendaraan warga terparkir di lokasi tersebut.

"Tapi kita targetkan hari ini selesai," tandasnya.

Ditempat terpisah Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta memastikan tiga lokasi yang dialiri arus Sungai Ciliwung telah bersih dari sampah. Ketiga lokasi yang dimaksud masing-masing Banjir Kanal Barat (BKB) Season City, Pintu Air Manggarai dan Jembatan Kampung Melayu

"Berdasarkan laporan pagi ini, di tiga lokasi itu sudah bersih dari sampah," ujar Isnawa Adji, Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Jumat (9/2).

Menurut Isnawa, pada Kamis (8/2) kemarin, pihaknya masih mengangkut 2.151 ton sampah di aliran Sungai Ciliwung dengan rincian 96 ton di BKB Season City, 555 ton di Pintu Air Manggarai dan 1.864 ton Jembatan Kampung Melayu.

"Alhamdulillah pagi ini sudah kosong semua," katanya.

Meski demikian, sambung Isnawa, pihaknya tetap akan menyiagakan alat berat dan personel di tiga lokasi yang dialiri Sungai Ciliwung tersebut.

"Karena ketika debit air di hulu Ciliwung kembali tinggi, maka akan ada sampah juga yang sampai ke sini,"pungkasnya.

(jml)

Terpopuler