Anteng Tanggapi Putusan MA, PT Aetra minta Karyawannya Tenang

Ilustrasi : PT Aetra Air Jakarta

MONITOR, Jakarta - Sebagai salah satu operator pengelola air di Jakarta, PT Aetra ternyata tenang-tenang saja dalam menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penghentian swastanisasi air di Jakarta. Perusahan swasta  yang sudah tahunan mengurus air bersih ini justru malah memberi himbauan kepada karyawanya agar tak risau atau khawatir atas putusan MA tersebut. 

"Kami belum bisa mengambil langkah apapun, Kami hanya minta kepada semua karyawan untuk tenang,"ujar Dirut PT Aetra Jakarta Mohammad Selim kepada wartawan melalui sambungan teleponnya. Selasa (13/2). 

Menurut Selim, pihaknya sama sekali tidak serta membatalkan kontrak dengan PAM Jaya yang selama ini telah dikerjasamakan.

"Jadi memang tak ada masalah dengan putusan MA tersebut dengan kerjasama yang sudah kami buat dengan PAM Jaya,"cetusnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung mengeluarkan putusan menolak banding Pemprov DKI dan operator swasta yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta terkait gugatan yang diajukan Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta.

Selim mengatakan kerja sama yang dilakukan dengan PAM Jaya sebagai operator penyedia air bersih tetap akan berjalan karena putusan tersebut berlaku tidak surut.

"Kami menyebut putusan tersebut sebagai putusan yang tidak ada hukuman," paparnya.

Sebelumnya, PAM Jaya dan Aetra telah bekerja sama sejak 1 Februari 1998 dan akan berakhir pada 2023 mendatang. Dengan demikian dengan adanya putusan tersebut, Aetra tetap menjadi operator air bersih di DKI untuk wilayah Jakarta Timur dan sebagian untuk Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

(jml)

Terpopuler