Hak Imun Dewan Disoal, Ketua DPR Malah Berkabung

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengenakan pakaian serba hitam

Monitor, Jakarta- Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta agar masyarakat tidak ambil pusing dengan hak imunitas yang dimiliki para anggota dewan. Bamsoet menilai kritik bagaikan angin segar dalam kehidupan berdemokrasi.

Karenanya, dalam pidato saat sidang paripurna masa sidang ke-III tahun 2017-2018 ini, DPR mengambil tema 'Kami Butuh Kritik'. senada dengan pakaian yang ia kenakan. Ia mengaku sengaja mengenakan setelan hitam yang bermakna kesedihan karena DPR dianggap anti kritik dan kebal hukum.

"Kalau saya pakai baju hitam ini bukan tanpa makna. Saya pakai baju hitam karena berkabung. Ketika kita membuka diri transparansi pada publik, kita dituding membunuh demokrasi dan antikritik. Untuk itu pidato ini berjudul 'kami butuh kritik'," ujar Bamsoet saat berpidato di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, (14/2).

Oleh karena itu dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan hak imunitas anggota DPR. Dia klaim hak imunitas tidak berarti anggota DPR kebal di atas hukum dan memiliki keistimewaan lain di mata hukum. Malah, Bamsoet berencana membuat lomba kritikan terbaik untuk DPR.

"Kita tidak boleh menutup mata atas kritik. Bahkan jika perlu DPR akan membuat lomba kritik DPR terbaik. Jurinya dari kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerhati kebijakan publik," ucapnya disambut riuh tepruk tanganĀ 

Baginya, kritikan sangat penting dilakukan untuk menyejukkan kehidupan di alam demokrasi. "Justru kita harus menjadikan kritik sebagai vitamin yang dapat menyegarkan kehidupan demokrasi. Karena sejatinya demokrasi adalah bagaimana mengkonvensi berbagai perbedaan dan pandangan menjadi sebuah keputusan," sambung dia.

Lebih lanjut, dengan kritik yang bersifat membangun dapat dijadikan pembenahan untuk lembaga wakil rakyat ini. Sekali lagi dia menegaskan bahwa DPR tak akan menutup mata dan telinga terhadap kritik dari masyarakat.

"Dengan semangat untuk terus bebenah, DPR senantiasa memperhatikan aspirasi dan masukan masyarakat. Di era keterbukaan sekarang ini, kita tidak boleh menutup mata atas kritik yang disampaikan masyarakat. Apalagi yang sifatnya membangun," pungkasnya.

(hans)

Terpopuler