Menyusul data Tenaga Kerja AS, Bursa Asia Kompak di Zona Hijau

MONITOR, Jakarta – Bursa saham Asia kompak berada di zona hijau pada perdagangan awal pekan, Senin (12/3) menyusul positifnya data tenaga kerja Amrika Serikat.

Data tersebut berhasil mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi dan kenaikan suku bunga yang lebih cepat.

Dilansir Reuters, Indeks saham Asia Pasifik terbesar, MSCI di luar Jepang naik 1,3 persen, bersiap untuk sesi ketiga kenaikan. Disusul Korea Selatan yang naik 1 persen. Indeks utama Australia naik 0,7 persen, didorong oleh saham pertambangan menyusul kabar bahwa Australia dapat terbebas dari tarif perdagangan baru AS mengenai impor baja dan aluminium. Sementara itu, futures E-Mini untuk indeks S&P 500 naik 0,3 persen.

Menurut Reuters, kekhawatiran akan inflasi memudar mulai Jumat lalu, ketika data AS menunjukkan nonfarm payrolls melonjak 313.000 pekerjaan bulan lalu. Namun pertumbuhan rata-rata pendapatan per jam tahunan melambat menjadi 2,6 persen setelah lonjakan pada Januari.

Penolakan dalam upah menurunkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan memproyeksikan kenaikan suku bunga sebanyak empat kali pada pembahasan kebijakannya pekan depan.

"Rilis data tersebut melengkapi berita positif dengan sempurna, menunjukkan pekerjaan bersih yang kuat secara keseluruhan di samping kenaikan tingkat partisipasi dan upah melambat yang menunjukkan bahwa permintaan tenaga kerja dipenuhi oleh pencari kerja baru," kata analis JPMorgan dalam sebuah catatan via Reuters.

"Kenyataannya, pasar mungkin menilai terlalu banyak dalam satu laporan tenaga kerja," katanya.

"Kenaikan suku bunga keempat mungkin telah dihindari namun pasar tenaga kerja semakin menunjukkan bukti adanya kekhawatiran ini dan pasti akan diterjemahkan ke dalam tekanan kenaikan upah," tambahnya.

Untuk saat ini, Wall Street dengan senang hati mengambil data pada nilai nominal dan Down melonjak 1,77 persen. Sementara S&P 500 naik 1,74 persen dan Nasdaq 1,79 persen.