BERITA

Tolak Seminar Tentang PKI, Ansor : Biarkan Indonesia Berkembang Tanpa Beban Masa Lalu

Banser Ansor Jaktim saat mendatangi kantor LBH Jakarta

MONITOR, Jakarta - Prioritas pembangunan untuk kepentingan masyarakat Indonesia tentu harus didukung oleh situasi yang stabil, termasuk situasi politik. Bangkitnya isu-isu Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagian besar dibangun atas kepentingan politik oleh individu atau kelompok tertentu yang ingin menghambat proses pembangunan bangsa Indonesia.

Begitu disampaikan Kasatkoorcab Banser Jakarta Timur,  M. Firdaus saat menggelar aksi di depan Gedung LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9).

"Sangat tidak bijak jika peristiwa PKI dijadikan 'hantu' ketika bangsa Indonesia mempunyai cita-cita besar untuk menjadi negara yang kuat dan maju," tegas Firdaus.

Menurut Firdaus, upaya untuk mengungkit peristiwa G30S/PKI adalah tindakan yang mubazir, sebab fakta sejarah sudah terungkap. Oleh karena itu, kebenaran peristiwa G30S/PKI menjadi tidak penting lagi untuk dibahas. 

"Sudah sepatutnya kita menatap ke depan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat untuk Indonesia. Peristiwa tersebut cukup dijadikan pelajaran penting bagi perjalanan Bangsa Indonesia ke depan," ucapnya. 

Dia mengungkapkan, peristiwa G30S/PKI merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia, namun Indonesia mempunyai tujuan besar untuk kemaslahatan masyarakat indonesia kedepannya. PKI merupakan kelompok yang paling bertanggung jawab atas timbulnya tragedi-tragedi kemanusiaan. 

"Pada tragedi 1948 dan 1965 yang menjadi korban sesungguhnya adalah kyai, ulama dan TNI. PKI adalah dalang dari semua kekacauan yang terjadi di beberap peristiwa di Indonesia. Fitnah, penghinaan serta pembunuhan dilakukan PKI di berbagai tempat, sehingga terjadi konflik sosial yang bersifat horizontal antara pengikut PKI dengan kelompok Islam terutama para ulama," terang Firdaus.

Dikatakannya, hal ini sudah menjadi fakta sejarah bangsa Indonesia. Oleh karena itu, peristiwa PKI tidak perlu diungkit lagi, karena akan membuka “luka lama” yang membuat masyarakat terprovokasi.

"Sangat disayangkan masih ada kelompok-kelompok yang ingin mengungkit kembali luka lama para ulama dan Bangsa Indonesia. tindakan ini sesungguhnya adalah ancaman terhadap keutuhan bangsa Indonesia. karena menjadikan sejarah peristiwa PKI sebagai alat untuk memprovokasi masyarakat," sesal dia.

"Untuk itu, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sebagai pelaku sejarah yang juga merupakan korban dari tindakan PKI, akan menetralisir segala bentuk isu-isu yang mengatasnamakan PKI. 

GP Ansor menolak segala bentuk kegiatan yang mengusung tema PKI, karena akan membuka luka masyarakat, khususnya Nahdliyin," tandas dia.

Diketahui, sedianya pagi ini dan esok pengungkapan sejarah kebenaran di tahun 1965/1966 di LBH Jakarta. Namun, kegiatan ini mendapatkan banyak penolakan dari berbagai kalangan. 

(hen)

Terpopuler