BERITA

Pernyataan GP Ansor terkait Pembubaran Seminar Sejarah 1965/66

Konferensi Pers GP Ansor

MONITOR, Jakarta - Kegiatan seminar Pelurusan Sejarah 1965/66 yang sedianya akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu, 16 s.d. 17 September 2017 di gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jl. Diponegoro 74, Menteng Jakarta Pusat mendapat penolakan dari beberapa pihak hingga akhirnya kegiatan tersebut dibatalkan. Bahkan buntut dari kegiatan tersebut, kantor YLBHI digruduk massa pada minggu malam (17/9).

Menyikapi persoalan yang terjadi di YLBHI, Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP Ansor) menyayangkan aksi yang berakhir ricuh tersebut.

Sekjen GP Ansor Abdul Rochman menyatakan PP GP Ansor menghargai dan menjunjung tinggi hak setiap warga negara untuk melakukan diskusi dan kajian atas sejarah peristiwa 1965/66. 

Menurut Pria yang biasa disapa Adung tersebut GP Ansor bahkan mendorong dilakukannya pengkajian yang mendalam dan komprehensif pengungkapan kasus PKI sejak 1948 secara terang benderang.

"PP GP Ansor dalam kesempatan ini juga menyampaikan agar sesama anak bangsa memperkuat soliditas untuk menghadapi bahaya paham-paham yang merongrong NKRI, Pancasila dan kebhinekaan," tegasnya dalam siaran pers yang diterima MONITOR, Senin (18/9).

(jml)

Terpopuler