HUMANIORA

BKKBN Ajak Masyarakat Cermat Hadapi Puncak Bonus Demografi

Logo BKKBN

MONITOR, Jakarta - Indonesia diprediksi akan mengalami puncak Bonus Demografi atau meningkatnya jumlah usia angkatan angkatan kerja (usia 15-64 tahun) sebanyak 70 persen pada 2030 mendatang. 

Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty menjelaskan dalam menghadapi Bonus Demografi ini, BKKBN mengambil peran meningkatkan kualitas penduduk melalui pembangunan keluarga. 

“Kami mendorong agar setiap anak yang dilahirkan berkualitas, dengan memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak di 1.000 hari pertama kehidupan, dengan memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif, diharapkan orang tua cerdas dalam mengurus buah hati mulai dari kebutuhan gizi hingga stimulus perkembangannya," tutur Surya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (4/10).

BKKBN mengajak masyarakat membangun keluarga yang berkualitas dengan keluarga berketahanan. Kemudian, melalui program Keluarga Berencana (KB), setiap keluarga Indonesia diharapkan memiliki rata-rata dua orang anak demi mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS) pada tahun 2025, yang ditandai dengan Angka Fertilitas Total (TFR) sebesar 2,1. 

Sehingga, Dengan memiliki dua anak dan jarak antar kelahiran minimal 3-5 tahun atau tidak ada dua balita dalam satu keluarga, maka orang tua memiliki kesempatan untuk memberikan asah, asih dan asuh secara penuh kepada anak.

Selain itu, Surya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan seks pranikah, pernikahan dini dan jangan menggunakan Narkoba.

Menurutnya, generasi muda Indonesia harus menjadi Generasi Berencana (Genre) yang memiliki rencana masa depan baik.

“Katakan tidak pada seks pranikah, katakan tidak pada pernikahan usia anak, katakan tidak pada narkoba. Generasi muda harus menjadi Generasi Berencana (GenRe) merencanakan masa depanmu, merencanakan kapan selesai kuliah, kapan bekerja, merencanakan kapan menikah. Menikahlah pada usia minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki," tegas Surya.

(ah)

Terpopuler