HUMANIORA

Di Penghujung Oktober, Pameran Kujang dan Keris Pasundan Ramaikan Gedung DPR

Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat membuka Pameran Kujang dan Keris Pasundan

MONITOR, Jakarta - Di penghujung akhir bulan Oktober, gedung parlemen akan diramaikan oleh pengunjung terutama penyuka seni. Pasalnya mulai tanggal 25-27 Oktober ini, Pameran Kujang dan Keris Pasundan mejeng di Gedung Nusantara DPR RI.

Gelaran ini diketahui sebagai ajang pembuka Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober nanti. “Tujuan pameran ini untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda serta merupakan komitmen lembaga DPR dalam mengapresiasi dan memajukan seni dan budaya bangsa. terutama dalam melestarian Kujang dan Keris Pasunda sebagai benda pusaka bangsa,” ujar Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Fadli menambahkan, pameran ini juga dimaksudkan sebagai bentuk edukasi, pasalnya eksistensi Kujang masih kurang terekspose, padahal Kujang merupakan produk budaya masyarakat Sunda yang memiliki peran penting.

“Sebagai produk budaya materi, Kujang dapat dipandang sebagai visualisasi ide, norma, nilai dan etika serta menceriminkan perilaku masyarakat. Dalam konteks seperti itu, Kujang merupakan refleksi perilaku yang mencerminkan karakteristik identitas masyarakat pendukungnya yaitu masyarakat Sunda,” jelasnya.

Untuk diketahui Kujang merupakan manifestasi budaya pennggalan leluhur dalam bentuk komunikasi dan pengetahuan yan tidak terputus dari generasi ke generaasi. Kujang juga merupakan manifestasi dari cipta, rasa dan karsa syarat dengan “tatanan, tuntunan dan tontonan” yang dikemas secara simbolik.

“Kujang merupakan karya puncak seni tempa logam yang kelahirannya dari sarana peralatan petani dan peladang dalam menginterpertasikan rasa syukur mereka atas rizki berlimpah yang diberikan Tuhan YME,” terang Fadli.

(tsar)

Terpopuler