NASIONAL

Pilgub Sumsel 2018, Golkar Dinilai Langgengkan Politik Dinasti

Ilustrasi gambar

MONITOR, Jakarta - Politik dinasti, atau kekuasaan politik yang dijalankan oleh kelompok yang masih dalam ikatan keluarga dinilai akan memperkuat adanya oligarki. Di Indonesia, kondisi yang demikian kerap dibahas saat membicarakan konstalasi politik jelang Pilkada.

Demikian Pengamat Politik dari Lembaga Kajian Pemilu dan Demokrasi, Eko Hariyadi saat mengomentari konstelasi Politik di Pilgub Sumatera Selatan 2018. Keputusan DPP Partai Golkar yang menetapkan Dodi Reza Alex untuk maju di Pilgub Sumsel dinilai melanggengkan politik dinasti.

"Mau dibungkus dengan gaya apapun, pasti akan muncul politik dinasti, akan mati gaya. Isu politik dinasti tidak bisa dilawan," ujar Eko Hariyadi, Kamis (02/11) merujuk pada ayah Dodi yang kini menjabat sebagai kepala daerah.

Menurutnya, dinasti politik tersebut akan merusak sistem pengkaderan partai yang telah terbangun secara sistematis dan terciptanya oligarki. "Banyak sekali contohnya di negara kita, jadi memang seharusnya aturan yang lama diterapkan, anak dilarang maju di daerah, dimana ayahnya adalah petahana," terang Eko.

Sebelumya, Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, partainya secara resmi telah memberikan dukungan dan mengusung Dodi Reza Alex untuk maju sebagai calon Gubernur Sumsel.

Nurdin menjelaskan, diusungnya Dodi Reza dalam Pilgub, melalui banyak pertimbangan, selain melihat elektabilitas dari berbagai lembaga survei, Ia juga menegaskan, dipilihnya Dodi Reza, bukan persoalan antara bapak dengan anak. “Ini bukan soal anak-bapak apalagi dinasti,” tegas Ketua Harian DPP Partai Golkar.

Sebagai informasi, Dodi Reza Alex kini masih menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin, sementara ayahnya Alex Noerdin kini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan.

(hans)

Terpopuler