EKONOMI

Terjebak Investasi Bodong, Siapa yang Salah?

Founder Financial Wisdom Eko P. Pratomo saat memaparkan materi mengenai cerdas finansial

MONITOR, Jakarta - Menyiapkan tabungan masa depan adalah suatu kewajiban bagi seorang individu. Ada banyak cara yang bisa ditempuh, mulai dari menabung hingga investasi. 

Bicara soal investasi, istilah ini sudah tak asing lagi. Investasi kini mulai merambah menjadi bagian dari gaya hidup atau life style. Nah untuk ragamnya, kalian bisa memilih berinvestasi dalam bentuk emas, properti atau deposito.

Karena memiliki banyak manfaat, Praktisi Keuangan dan Investasi Eko Pratomo menyebut investasi sebagai 'jembatan' meraih tujuan hidup. "Dengan berinvestasi di masa kini, kita bisa menciptakan sebuah kebahagiaan untuk diri sendiri maupun orang lain," ujar Eko saat ditemui di Ev-Hive D'Lab, Menteng, Jakarta, Sabtu (04/11).

Namun sejak fenomena investasi bodong marak menghiasi layar pemberitaan, mayoritas masyarakat Indonesia mulai khawatir untuk menginvestasikan harta kekayaan mereka. Pertanyaannya, kenapa investasi bodong bisa terjadi?

Eko yang merupakan founder Financial Wisdom ini menuturkan, investasi bodong bisa terjadi manakala sang nasabah tidak memiliki pemahaman mengenai literasi keuangan yang baik.

"Ini yang salah siapa? sales yang terlalu pintar atau nasabah yang terlalu bodoh? saya kira investasi bodong ini terjadi kalau pihak nasabah tidak paham mengenai literasi keuangan," terang suami Dian Syarief ini.

"Makanya mudah sekali tergiur dengan investasi abal-abal," tambahnya lagi.

(tsar)

Terpopuler