EKONOMI

Di Tengah Kasus Korupsi Pangeran Saudi, Harga Emas Naik Tajam

ilustrasi gambar

MONITOR, New York - Di tengah lonjakan harga minyak mentah dan lemahnya dolar AS, kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tajam, hampir satu persen, Selasa (7/11).

Lonjakan ini naik 12,4 dolar AS atau 0,98 persen, menjadi menetap di 1.281,60 dolar AS per ounce. Ini adalah reli satu hari terbesar dalam enam minggu terakhir.

Seperti dilansir Antara, harga minyak berjangka melonjak, Senin (6/11), karena pasar minyak mentah terguncang oleh kabar bahwa sebelas pangeran, empat menteri dan puluhan mantan menteri Saudi ditangkap pada akhir pekan lalu atas tuduhan korupsi. 

Arab Saudi adalah salah satu produsen minyak mentah terkemuka di dunia.

Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,19 persen menjadi 94,74 pada pukul 17.08 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Saat dolar AS melemah, emas berjangka biasanya naik.

Namun, kenaikan emas itu tertahan oleh pasar saham AS. Dow Jones Industrial Average naik 16,52 poin atau 0,07 persen menjadi 23.555,71 poin pada pukul 18.18 GMT.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 40,1 sen atau 2,38 persen, menjadi ditutup pada 17,235 dolar AS per ounce. Platinum untuk Januari berikutnya naik 13,10 dolar AS atau 1,42 persen menjadi menetap di 935,00 dolar AS per ounce.

(tsar)

Terpopuler