EKONOMI

Mobile Internet Miliki Korelasi Kuat terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Direktur P2EB UGM Prof. Bambang Riyanto tengah menjelaskan riset tentang pengguna mobile internet

MONITOR, Jakarta - Jumlah penguna mobile internet di Indonesia semakin meningkat. Fakta ini terungkap berdasarkan hasil riset yang dilakukan Indosat Ooredoo bersama Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Penelitian ini juga mencatat, mobile internet memiliki korelasi cukup kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Deva Rachman mengatakan, setiap penambahan 10 persen pelanggan seluler di Tanah Air, akan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 0,4 persen.

Sementara di negara-negara Asia Tenggara, peningkatan 10 persen ini diikuti dengan meningkatnya PDB negara-negara Asia Tenggara sebesar 0,2 persen.

"Dampaknya terhadap PDB di negara-negara berpendapatan menengah-rendah dan di negara-negara berpendapatan tinggi ini lebih besar jika dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan rendah," kata Deva Rachman di Jakarta, Kamis (9/11).

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan, Deva menjelaskan sampel negara yang digunakan ada empat. Diantaranya Indonesia, Thailand, Malaysia dan India. Bambang mengungkapkan dampak mobile internet terhadap PDB di Indonesia tidak berbeda dengan dampak mobile internet di negara Thailand dan India.

Sementara di Malaysia, Bambang mengakui, dampaknya terhadap PDB lebih tinggi sekitar 0,03 persen dibandingkan di Indonesia.

"Fenomena ini diduga terjadi karena faktor-faktor yang mendukung pengembangan mobile internet seperti infrastruktur, kebijakan pemerintah, regulasi, dan iklim bisnis di Indonesia adalah setara dengan di Thailand dan di India, dan berada di bawah Malaysia," jelasnya.

Akibatnya, kata dia, dampak mobile internet terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia lebih rendah daripada di Malaysia.

Sementara itu Direktur P2EB UGM Prof. Bambang Riyanto menjelaskan, riset tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif serta menggunakan data jumlah pelanggan jasa telepon seluler sebagai indikator variabel perilaku pengunaan mobile internet.

"Dalam riset ini, secara garis besar fenomena mobile internet dapat dikelompokkan dalam tiga dimensi, teknologi dan lingkungan sosial, perilaku dalam menggunaakan mobile internet. dan dampak sosial dan ekonomi dari mobile internet," jelasnya.

(tsar)

Terpopuler