NASIONAL

Kementerian ESDM Bagikan Paket Perdana Konverter Kit Bagi Nelayan di Cilacap

Kementerian ESDM saat membagikan paket perdana konverter kit bagi nelayan di Cilacap

MONITOR, Cilacap - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial, mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan, Jumat (10/11) melakukan kunjungan kerja ke Cilacap, Jawa Tengah. Selain mengunjungi Refinery Unit IV (RU IV) dan Terminal Transit Lomanis, juga untuk membagikan paket perdana konverter kit (konkit) gratis sebanyak 2.005 paket kepada nelayan kecil Cilacap. Turut serta dalam kunjungan ini, Anggota Komisi VII DPR RI Dito Ganinduto 

Program pemberian bantuan konverter kit (konkit) bagi nelayan kecil merupakan program kemitraan antara Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Komisi VII DPR RI untuk mensejahterakan rakyat dengan menyediakan bahan bakar murah.

Program pemberian bantuan konverter kit (konkit) bagi nelayan kecil sejalan dengan semangat Nawacita Bapak Presiden Joko Widodo, selain program BBM Satu Harga yang sedang dijalankan. Program ini merupakan wujud dari keinginan Bapak Presiden untuk membantu rakyat kecil untuk lebih sejahtera. 

“Sudah menjadi tugas dan kewajiban Pemerintah untuk membangun infrastruktur energi termasuk jaringan gas bagi rumah tangga. Pembagian konverter kit ini akan menghemat biaya bahan bakar nelayan hingga 50% sehingga diharapkan para nelayan dapat lebih sejahtera,” ujar Ego.

Khusus untuk nelayan di Cilacap, pemerintah mengalokasikan bantuan konkit sebanyak 2.005 paket. jumlah ini menurut Ego adalah yang terbanyak jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain yang mendapatkan bantuan konkit. “Kabupaten Cilacap mendapat porsi yang paling banyak dari Alokasi bantuan konverter kit, dari 17.000 paket yang tersedia sekitar 3.000 paket diberikan untuk nelayan Cilacap. Tahun 2018 mendatang dari alokasi 40.000 paket konkit, nelayan Cilacap setidaknya akan mendapat 2.000 paket,” terang Ego.

Selanjutnya kepada nelayan penerima bantuan, Ego meminta agar dapat menjaga konverter kit yang sudah diberikan sehingga dapat dipergunakan dalam watu yang panjang.

“Saya menghimbau kepada semua yang ada di sini untuk bisa memelihara seluruh peralatan dan mesin - mesin yang diberikan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat digunakan sesuai kebutuhan  dan keberlangsungannya bisa lebih panjang,” pesan Ego.

Anggota Komisi VII DPR RI, Dito Ganinduto menyatakan, program pembagian konkit ini merupakan program kemitraan antara komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM bagi nelayan agar lebih hemat untuk melaut dan program konversi BBM ke gas ini juga merupakan upaya Pemerintah untuk mensejahterakan rakyat seusai amanah dari Presiden. “Tahun ini dialokasikan konkit sebanyak 17.000 paket, 2005 paket untuk Cilacap. Tahun depan dialokasikan sebanyak 40.000 konkit semoga nelayan Cilacap akan mendapat bagian lagi,” kata Dito.

"Program bantuan ini merupakan bukti konkrit dari komisi VII DPR RI dan Pemerintah untuk membantu meringankan beban bagi nelayan", tambah Dito.

Pembagian konkit untuk nelayan kecil merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mewujudkan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memberikan energi yang bersih dan murah.

Kementerian ESDM c.q. Ditjen Migas menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk melaksanakan program penyediaan, pendistribusian dan pemasangan Paket Perdana LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di berbagai daerah seluruh Indonesia sejak tahun 2016. 

Sebelum pembagian hari ini, konverter kit bagi nelayan juga telah dilakukan di Jeneponto sebanyak 371 paket dan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sebanyak 425 paket.

Sebelum menyerahkan bantuan konkit untuk nelayan, rombongan berkesempatan untuk meninjau Refinery Unit IV (RU IV) Cilacap dan Terminal Transit Lomanis. RU IV Cilacap merupakan kilang terbesar di Indonesia dengan produksi sebesar 348 ribu barel per hari. RU IV Cilacap juga termasuk dalam salah satu proyek Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Pertamina, yang ditargetkan rampung dan dapat beroperasi pada tahun 2024. 

RDMP RU IV Cilacap dapat meningkatkan kapasitas produksi dari semula 348 ribu barel per hari menjadi 400 ribu barel per hari.

Dalam rangka mendukung ketahanan energi, saat ini RU IV Cilacap telah mengoperasikan kilang RFCC (Residu Fluid Catalitic Cracking) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi BBM, khususnya untuk menghasilkan BBM jenis bensin RON 92 sebesar 37,5 MBSD dan meningkatkan produksi LPG dari 440 ton/day menjadi 950 ton/day.

“Atas nama Menteri ESDM, saya ingin berterimakasih atas dukungan Pertamina dalam penyediaan BBM dan mengapresiasi upaya Pertamina dalam meningkatkan kapasitas dan mutu. Apresiasi besar juga kami berikan karena komitmen Pertamina untuk menuju penyediaan BBM yang lebih baik," pungkas Ego.

(hen)

Terpopuler