NASIONAL

Kader Golkar Ingatkan Ridwan Kamil Tidak Beri PHP Setya Novanto

Ilustrasi : Ridwan Kamil dan Setya Novanto

MONITOR, Bandung - Ridwan Kamil kembali membuat sebal para pengurus Partai Golkar di Jawa Barat. Setelah mereka dibuat kecewa karena Ketua DPD mereka diabaikan dan tidak mendapat rekomendasi DPP, diduga karena faktor persahabatan Ridwan dengan Ketum DPP Golkar, kini mereka merasa diremehkan karena Ridwan Kamil mengaku keinginannya menjadi kader partai berlambang pohon beringin tersebut hanya retorika. 

Ridwan Kamil mengutarakan keinginannya menjadi kader Partai Golkar saat penyerahan rekomendasi partai itu kepadanya pada Kamis (9/11) lalu. Namun, pernyataan tersebut dibantahnya.

“Itu adalah retorika, jadi itu bahasa diplomatis saya. Saya pastikan, sampai pemilihan pilkada, saya tidak akan masuk ke partai manapun," ujarnya saat menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-6 Partai Nasdem di Lapangan Tugu Proklamasi, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Sabtu (11/11).

Dalam padangan para pengurus PK Golkar Jawa Barat, seharusnya Ridwan Kamil tidak perlu mengatakan mau masuk Golkar jika kemudian dibantahnya apalagi diakui hanya retorika. Hal itu dianggap melecehkan.

Juru bicara Forum Komunikasi Pengurus Kecamatan se-Jawa Barat, Yayan Heryana mengatakan sebagai sahabat Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, seharusnya Ridwan Kamil tidak memberikan harapan palsu.

“Golkar ini partai besar dan senior, masa tidak dihormati. Dikasih retorika, diberi harapan palsu. Apa karena Pak Emil dan Pak Setnov bersahabat hingga mudah saja bicara begitu,” ujarnya kepada wartawan saat menyampaikan tanggapan arus bawah Partai Golkar Jabar di Bandung, Senin (13/11).

Yayan menjelaskan, kedekatan Ridwan Kamil dan Setya Novanto bukan hanya dalam konteks Pilkada Jawa Barat saja. Keduanya diketahui telah lama bersahabat.

“RK itu rekan bisnis SN. RK sahabat SN. Wajar RK diusung SN. Tapi jangan karena sahabat lantas partai dikerjai. Golkar akan terus ada, Ketua umum bisa berganti, apalagi sekarang SN jadi tersangka korupsi di KPK, kita tidak tahu akan bagaimana ke depannya. Jadi mengaku hanya retorika mau masuk Golkar itu melecehkan,” ujarnya.

Senada dengan Yayan, pengurus Partai Golkar Kecamatan Palasa, Kabupaten Majalengka, Dadang Mulyawan memprotes pernyataan Ridwan Kamil. Menurutnya hal itu telah melukai Partai Golkar baik secara kultur maupun secara struktur.

“Dia sendiri yang bilang ingin jadi kader Golkar tapi dia sendiri yang membantah. Bahkan, mengatakan bahwa itu hanya retorika. Ini tipu-tipu saja saya kira. Harusnya, DPP Golkar tersinggung, ini malah adem-ayem saja” ungkapnya.

(jml)

Terpopuler