NASIONAL

Aksi Main Hakim Warga Cikupa Diminta Jadi Bahan Pertimbangan DPR Bahas RKUHP

Ilustrasi gambar (pixabay)

MONITOR, Jakarta - Tindakan main hakim sendri warga Cikupa, Tangerang terhadap sepasang pemuda yang belakangan viral disoroti berbagai kalangan, salah satunya Institute for Criminal Justice Reform (ICJR).

ICJR menilai, fakta yang terjadi di lapangan harus bisa menjadi pengingat Pemerintah dan DPR terkait pentingnya mengatur norma kesusilaan secara hati-hati. 

"Jangan sampau pengaturan tindak pidana menjadi eksesif tidak hanya mengatasi permasalahan kejahatan, namun digunakan sebagai pengontrol masalah moral masyarakat yang tidak relevan untuk dilindungi," kata Peneliti ICJR Maidina Rahmawati, Selasa (14/11).

Menurutnya, kejadian tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan Pemerintah dan DPR yang kini tengah membahas Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

"Pengaturan yang berpotensi mengadirkan persekusi dapat terlihat dalam RKUHP yang saat ini sedang dibahas oleh Pemerintah dan DPR di Parlemen. Beberapa pasal dalam RKUHP khususnya mengenai tindak pidana kesusilaan lantas menghadirkan potensi terjadinya tindakan main hakim sendiri oleh warga masyarakat," terangnya.

Potensi-potensi tersebut, lanjut Maidina, diantaranya terdapat pada ketentuan Pasal 2 ayat (1) RKUHP yang mengatur perluasan asas legalitas hukum pidana Indonesia, dimana dalam pasal ini hukum yang hidup di masyarakat menentukan dapat atau tidaknya seseorang dipidan, "Hal ini jelas menimbulkan celah hukum yang sangat multi tafsir dan melahirkan potensi terjadinya tindak pidana main hakim sendiri, dan secara jelas melanggar asas hukum pidana itu sendiri, dimana norma hukum pidana harus tertulis, harus ditafsirkan seperti apa yang dibaca dan tidak multitafsir," jelasnya.

Potensi lain menurut Maidina juga ada pada ketentuan pasa 484 ayat (1) huruf e RKUHP, yang didalamnya memberikan definisi luas mengenai tindak pidana zina. Kemudian ketentuan Pasal 488 RKUHP yang dianggam mengkriminalisasi "melakukan hidup bersama sebagai suami istri diluar perkawinan yang sah". "Ketentuan pasal ini juga rentan memicu terjadinya persekusi oleh masyarakat sekitar karena tidak jelasnya aturan yang dimaksud," tandasnya.

Untuk diketahui, Sabtu (11/11) lalu pasangan kekasih di Cikupa, Tangerang digerebek warga di kontrakan lantaran diduga berbuat mesum. Warga yang gelap mata menganiaya dan menelanjangi pasangan tersebut.

Sejauh ini polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap sepasang kekasih tersebut. Pabila terbukti bersalah, tersangka akan dijerat plasal penganiayaan dan UU ITE lantaran mengunggah video tersebut ke media sosial sehingga viral.

(hans)

Terpopuler