DAERAH

Akibat Cuaca Ekstrem, BPBD DI Yogyakarta Rilis 114 Titik Bencana

Ilustrasi. Cuaca ekstrem di Yogyakarta

MONITOR, Yogyakarta - Cuaca ekstrem yang dipicu siklon tropis cempaka selama dua hari mengakibatkan 114 titik bencana di lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Sebanyak 114 titik bencana itu terdiri atas bencana banjir, longsor, dan angin kencang. yang paling mendominasi adalah angin kencang, 68 titik," demikian kata Krido Suprayitno, Pelaksana Tugas (Plt) BPBD DI Yogyakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa malam (28/11).

Menurut Krido, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta, dari 114 titik itu, yang paling mendominasi adalah bencana angin kencang sebanyak 68 titik. Di Bantul teridentifikasi di 32 titik, Kulonprogo 12 titik, Gunung Kidul 28 titik, danĀ  Sleman 12 titik.

Sedangkan bencana banjir terdapat di 29 titik dengan jumlah dominan di Kabupaten Gunung Kidul yang mencapai 20 titik dan 9 titik lainnya tersebar merata di kabupaten lainnya.

Ia menilai fenomena banjir yang dominan di Gunung Kidul, selain disebabkan banyaknya cekungan, juga karena curah hujan di kabupaten itu tercatat mencapai 200 mili meter (mm) per hari atau lebih tinggi dari curah hujan di kabupaten lainnya.

"Ini fenomena yang tidak pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya karena Gunung Kidul biasanya terkenal sering dilanda kekeringan," kata dia.

Krido menyebutkan, untuk bencana tanah longsor, berdasarkan data terakhir terdapat di 44 titik yakni di Bantul 20 titik, Kulon Progo 10 titik, Gunung Kidul 6 titik, Sleman 3 titik, dan Kota Yogyakarta 4 titik.

Menurut Krido lebih lanjut, akibat luasnya cakupan lokasi bencana, untuk mekanisme penanganannya, BPBD DIY telah menaikkan status bencana ini ke level II. Yang berarti penanganan bencana akan melibatkan SKPD di lima kabupaten/kota.

"Mengapa dari level I kita naikkan ke level II, karena ini tidak bisa ditangani BPBD DIY sendiri," pungkasnya.

(azn)

Terpopuler