NASIONAL

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Menteri Agama : Rasulullah Tidak Ajarkan Beragama Secara Ekstrem

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin Pada Acara Peringatan Maulid Nabi SAW di Istana Bogor

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan dan menyebarkan Islam secara ekstrem.

Dalam pandangan Menteri Lukman, Nabi Muhammad SAW adalah sosok pencinta, terutama kepada umat dan tanah airnya. Rasulullah merupakan sosok yang tidak ingin memberatkan umat manusia dalam beragama.

"Di tangan beliau Islam datang untuk menjadi agama kasih yang memudahkan orang, bukan menyulitkan, maka beragama secara ekstrem bukanlah cara beragama yang diajarkan oleh Rasulullah," Ungkap Menteri Lukman dalam sambutan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor, Kamis malam (30/11)

Menurut Lukman, umat Islam dihadirkan sebagai "ummatan wasathan" (umat pertengahan), umat moderat, umat yang adil, umat yang anti terhadap sikap ekstremisme dan tindakan yang melampaui batas.

"Islam sangat menentang ektremisme dalam bentuk apapun. Sikap tersebut dapat menimbulkan dampak negatif ekses buruk, tidak hanya pada keluarga, masyarakat, negara dan dunia," ujarnya seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Jum'at (1/12)

Sikap ekstrem beragama, menurutnya,  hanya akan memberikan dampak negatif pada agama itu sendiri dan akan menimbulkan bencana di luar agama.

"Ekstremisme akan menyebabkan agama sebagai pihak terteduh munculnya disharmoni di tengah-tengah masyarakat lokal dan internasional," katanya.

Untuk itu, Menag berharap kerukunan antarumat beragama sudah seharusnya menjadi suatu nilai yang makin lentur di Indonesia.

"Dalam peringatan Maulid Nabi ini kita jadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad sebagai acuan untuk lebih menggerakkan revolusi mental agar agenda-agenda nasional kita dan segala amal soleh yang kita laksanakan benar mampu membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan bangsa Indonesia," ujar Politisi PPP ini.

(azn)

Terpopuler