BERITA

Pernyataan Menteri Luar Negeri AS terkait Keputusan Donald Trump soal Yerusalem

Menteri Luar Negeri AS, Rex W Tillerson (id.embassy.gov)

MONITOR, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengambil keputusan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan tersebut mendapat reaksi dan kecaman dari berbagai belahan dunia tidak terkecuali Indonesia. Pengakuan Trump terhadap Yerusalem disinyalir akan memperkeruh upaya menciptakan damai di Timur Tengah khususnya antara Israel dan Palestina.

Kementerian Luar Negeri AS melalui Menteri Luar Negeri Rex W Tillerson mengatakan bahwa keputusan Donald Trump merupakan penyelerasan kehadiran Amerika dengan kenyataan bahwa Yerusalem adalah “rumah” bagi legislatif, Mahkamah Agung, kantor Presiden, dan kantor Perdana Menteri Israel.

"Kami telah berkonsultasi dengan banyak teman, mitra, dan sekutu sebelum Presiden membuat keputusannya. Kami sangat percaya bahwa ada kesempatan untuk perdamaian yang abadi," kata Tillerson sepeti dikutip dari laman Kedutaan Besar Amerika di Indonesia, id.embassy.gov, Kamis (7/12).

Tillarson menyebut Amerika justeru berkomitmen ingin menciptakan perdamaian di wilayah itu. “Perdamaian tidak pernah berada di luar jangkauan mereka yang bersedia mencapainya.” tambahnya.

"Presiden telah memutuskan hari ini, seperti yang didorong oleh Kongres pertama kali dalam Undang-Undang Kedutaan Besar Yerusalem (Jerusalem Embassy Act) pada tahun 1995, dan telah menegaskan kembali secara teratur semenjak itu, untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," tegasnya.

Departemen Luar Negeri Amerika sendiri lanjut Tillerson akan segera memulai proses untuk menerapkan keputusan tersebut dengan memulai persiapan untuk memindahkan Kedutaan Besar A.S. dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Keselamatan warga Amerika adalah prioritas tertinggi Departemen Luar Negeri, dan bersama dengan badan federal lainnya, kami telah menerapkan rencana keamanan yang kuat untuk melindungi keselamatan warga Amerika di wilayah yang terkena dampaknya," pungkasnya.

(jml)

Terpopuler