UNESCO akui Kapal Pinisi Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia

Kapal Pinisi

MONITOR, Paris, Prancis - Pada Kamis 7 Desember 2017, sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO 2017 memutuskan bahwa seni pembuatan kapal pinisi dari Sulawesi Selatan terpilih sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda, atau Intangible Cultural Heritage of Humanity​.

Dalam sidang yang berlangsung di Pulau Jeju, Korea Selatan tersebut, budaya kapal pinisi yang aslinya berasal dari Sulawesi Selatan tersebut, diakui telah menjadi bagian seni berlayar wilayah kepulauan yang tak ternilai. 

Kini, pembuatan perahu Pinisi masih bisa ditemui di beberapa wilayah Sulawesi Selatan, yaitu di Tana Beru, Bira, dan Batu Licin di Kabupaten Bulukumba. Rangkaian proses pembuatan perahu pinisi m​erefleksikan nilai sosial dan budaya kehidupan sehari-hari, yaitu kerja bersama, bekerja keras, keindahan, serta penghargaan terhadap lingkungan alam. Teknik pembuatan kapal pinisi juga sangat memperhatikan ketelitian dari sisi teknik dan navigasi.

Dengan terpilihnya kapal pinisi, maka kini Indonesia memiliki delapan budaya yang masuk dalam daftar UNESCO, selain yang sudah masuk sebelumnya, yaitu: wayang, keris, batik, angklung, Tari Saman, Noken Papua, tiga tari Bali, dan program pendidikan batik di Museum Batik Pekalongan. Kapal pinisi merupakan salah satu dari 33 warisan tak benda dunia lainnya yang masuk dalam daftar UNESCO kali ini, diantaranya: musik Khaen dari Laos, karnaval Basel dari Swiss, seni tari dan musik Zaouli dari Pantai Gading, dan teknik memasak Pizzaiuolo dari Italia.

(jml)

Terpopuler