Israel Lobi Negara-negara Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Ilustrasi : Kota Yerusalem

MONITOR, Tel Aviv - Israel nampaknya tidak peduli dengan berbagai penolakan terkait pengakuan sepihak Amerika soal status Yerusalem sebagai ibukota negara Yahudi itu termasuk resolusi PBB yang mematahkan pengakuan yang dilontarkan Donald Trump tersebut.

Ya, meski terus mendapat penolakan, israel tetap memulai proses pemindahan ibukota mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem salah satunya dengan mengontak lebih dari sepuluh negara untuk kemungkinan pemindahan kedutaan mereka ke Yerusalem.

"Kami berkomunikasi dengan sedikitnya sepuluh negara, beberapa di antaranya di Eropa untuk membahas langkah tersebut," kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely kepada radio publik pada Senin (25/12) seperti dikutip dari Antara.

Pernyataan Tzipi tersebut disampaikan tepat sehari setelah Guatemala mengatakan akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Tzipi yakin pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mendorong negara-negara memindahkan kantor kedutaannya.

"Sejauh ini kita baru melihat permulaannya," ungkapnya.

Meski tidak menyebut secara rinci negara mana sana yang telah dihubungi Israel, namun berbagai sumber mengatakan bahwa Honduras, Filipina, Rumania dan Sudan Selatan termasuk di antara negara-negara yang mempertimbangkan langkah tersebut.

Sebelumnya, dua pertiga negara anggota PBB pada Kamis memilih mendukung resolusi yang menolak langkah kontroversial Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menegaskan kembali bahwa status Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi. Guatemala bersama Amerika Serikat, Israel, Honduras, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Togo menentang resolusi itu.


(jml)

Terpopuler