Cerita Tiga Gadis Remaja bisa Menginap di Istana Kepresidenan Yogyakarta

Tiga Remaja berfoto bersama Jokowi di malam tahun baru 2018

MONITOR Yogyakarta - Perayaan Malam Tahun Baru 2018 Presiden Jokowi di Yogyakarta meninggalkan cerita menarik. Ya, tiga orang gadis remaja asal Madiun mendapat kesan istimewa. Selain diajak makan malam bersama Presiden, ketiganya juga mendapatkan fasilitas menginap di Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Cerita bermula saat Presiden Jokowi pada Malam Tahun Baru 2018 (Minggu 31/12) meminta kepada Ajudan Kolonel Pnb Mohammad Nurdin agar masyarakat yang berada di depan Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta diundang untuk santap malam. Tak hanya itu, warga yang menjadi undangan pun dapat berfoto bersama.

“Undang 70 orang untuk makan malam di sini (Istana Kepresidenan Yogyakarta),” ucap Jokowi dikutip dari laman setneg.go.id.

Namun karena ramainya masyarakat yang berada di depan Gedung Agung, tidak kurang dari 250 orang yang hadir di Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Diantara 250 orang yang diundang masuk, ada tiga gadis remaja asal Madiun yaitu Bunga, Arin, dan Hafsah. Bermodal ongkos 150 ribu/orang, mereka mengaku tiba di Yogyakarta khusus untuk merayakan Malam Tahun Baru 2018.



Berangkat dari Madiun pukul delapan pagi dan tiba di Yogyakarta pukul satu siang, mereka menumpang mandi di sebuah rumah sakit setelah sempat berkeliling.

“Tadi mandinya di rumah sakit belakang sini,” ucap Hafsah.

“Enggak tahu kalau ada (Presiden Jokowi). Tahunya pas nanya orang 'ini kenapa kok ramai?' Terus orangnya jawab 'ada Pak Jokowi kalau mau foto sana. Antre dulu tapi'. Kita lalu antre sabar. Sampai desak-desakan dan diinjak kakinya,” ucap Arin.

Sementara Bunga mengaku senang bisa bertemu langsung Presiden seraya menyampaikan perasaan senangnya.

Saat berfoto bersama dengan Presiden itulah ketiga remaja ini tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan cita-citanya masuk UGM (Universitas Gadjah Mada) yang diaminkan oleh Jokowi. 

Mereka bertiga bukan berasal dari satu sekolah yang sama, tapi mereka tinggal berdekatan. Arin, siswa SMA Negeri 5 Madiun adalah anak pengemudi becak dan ibunya adalah ibu rumah tangga, sementara Bunga, siswa SMA Negeri 6 Madiun, ibunya telah tiada dan ayahnya bekerja sebagai montir. Hafsah, siswa SMK Negeri 3 Madiun, ayahnya di Cirebon berjualan batu alam dan ibunya adalah ibu rumah tangga.

“Kita ini tetangga, jadi kawan dari kecil,” ucap mereka kompak.

Setelah dari Gedung Agung ketiga gadis asal Madiun ini kemudian berkeliling hingga pergantian tahun dan berencana kembali ke Madiun esok harinya (Senin, 1 Januari 2018). “Ya dimana saja. Masjid bisa, yang penting nanti istirahat,” ucap Hafsah ketika ditanya akan menginap dimana.

Ketika Presiden Jokowi dilaporkan terkait kisah ketiga gadis Madiun ini, ia langsung memerintahkan Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Saifulah agar mereka menginap di Istana.

“Hubungi mereka dan siapkan kamar untuk mereka menginap,” ucap Presiden.

Akhirnya tengah malam, Senin 1 Januari 2018 pukul 00.30 WIB, mereka bertiga kembali ke Gedung Agung setelah dihubungi melalui telepon

(jml)

Terpopuler