Peringatan Merah PBB di Tahun 2018

Ilustrasi

MONITOR - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pesan di Tahun Baru 2018 sebagai tahun yang penuh dengan potensi konflik. Guterres bahkan menyebut tahun 2018 sebagai peringatan merah untuk seluruh bangsa-bangsa di dunia dan menyerukan persatuan di kalangan masyarakat global guna menanggulangi tantangan besar dan mempertahankan nilai-nilai bersama.

"Pada Hari Tahun Baru 2018, saya tidak mengeluarkan seruan. Saya mengeluarkan peringatan, peringatan merah buat dunia kita," kata Sekretaris Jenderal PBB tersebut pada Minggu (31/12). 

"Saat kita memulai 2018, saya menyerukan persatuan. Kita bisa menyelesaikan konflik, mengatasi kebencian dan mempertahankan nilai-nilai bersama. Tapi kita hanya bisa melakukan itu bersama-sama," tambahnya.

Mara bahaya, lanjut mantan PM Portugal itu termasuk konflik yang bertambah parah dan bahaya yang baru muncul, dan keprihatinan global mengenai senjata nuklir mencapai tingkat tertinggi sejak Perang Dingin, ia menambahkan. Pada saat yang sama, dampak dari perubahan iklim bertambah buruk dengan tingkat yang mengkhawatirkan, ketidaksetaraan pertumbuhan, dan pelanggaran mengerikan terhadap hak asasi manusia.

"Nasionalisme dan rasa takut kepada orang asing meningkat," kata Guterres.

Saat menggaris-bawahi kepercayaannya bahwa dunia dapat dibuat lebih aman dan terjamin, konflik dapat diselesaikan, kebencian dapat diatasi dan nilai bersama dapat dipertahankan, Guterres menekankan bahwa persatuan sangat diperlukan untuk mencapai sasaran itu.

"Persatuan adalah jalan. Masa depan kita tergantung atasnya," tegasnya.

Sekretaris Jenderal PBB mendesak para pemimpin di mana pun mereka agar pada Tahun Baru bertekad, "Persempit jurang pemisah. Jembatani perpecahan. Bangunan kembali kepercayaan dengan mempersatukan rakyat guna mencapai sasaran bersama." pungkasnya (ANT). 


(jml)

Terpopuler