Pilgub Sumsel 2018

Isu yang diangkat Herman Deru lebih mudah diterima Publik

Ilustrasi

MONITOR Palembang - Tidak kurang dari seminggu lagi pendaftaran calon calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan akan berlangsung.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui KPU Daerah yang menggelar pilkada serentak sudah menyampaikan pengumuman dibukanya masa pendaftaran peserta pilkada yang hanya tiga hari.

Di Sumsel sendiri, sampai minggu jelang pendaftaran, baru satu pasangan calon yang telah memenuhi persyaratan. Apakah pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya yang sudah mendapat surat rekomendasi B.1 KWK dari tiga partai yaitu PAN, Nasdem dan Hanura. Sementara itu yang lain masih belum pasti, pasti akan ada pasangan atau satu sama lain akhirnya berpasangan. 

Menghadapi seperti itu, para pendukung kandidat yang belum memenuhi syarat sedang menunggu keputusan DPP PDI Perjuangan. Itu karena para kandidat yang ada sekarang Ishak Mekki, Dodi Reza Alex dan Aswari Riva'i sama-sama mengharapkan berpasangan dengan kader PDI Perjuangan. Repotnya kalau DPP PDI Perjuangan hanya mengeluarkan satu rekom untuk satu kader. Terpaksa dua kader lain harus taat atau membangkang dengan dipecat. Menurut kabar yang santer terdengar, DPP PDI Perjuangan kemungkinan akan memberi rekomendasi kepada Giri Ramanda Kiemas untuk menjadi wakil Dodi Reza Alex. Jika itu terjadi maka Eddy Santana Putra dan Irwansyah harus gigit jari. Kalau mau ngeyel tetap maju, besar kemungkinan tidak akan mendapat dukungan struktur dan kultural partai.

Melihat kesiapannya paslon peserta pilkada dan kandidat yang ada, tampak terlihat pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya lebih siap untuk berkompetisi. Kampanye yang mereka gelar sudah menggunakan pendekatan modern dan kekinian. Isu yang diangkat dalam kampanyenya adalah isu yang bermuara pada membangun kesadaran. Demikian kesimpulan hasil penelitian Lembaga Kajian Komunikasi Politik (LKKP) yang menerapkan akun kampanye dan strategi pertarungan ide, ide dan dialektika kampanye di sosial media.

Ahmad Mahalli, koordinator studi konten kampanye LKKP menjelaskan, dari para kandidat yang ada sebagian besar sudah memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial sebagai sarana kampanye. Hanya saja masih banyak yang berkampanye secara monolog atau sepihak, belum ada dialog program apalagi sesama kandidat.

Ahmad menyatakan baru Herman Deru yang mengangkat isu berbasis data dan disajikan dengan gambar yang enak dilihat dan mudah dicerna. Herman deru berhasil membangun argumen perlunya perubahan dengan memperbandingkan keadaan sumsel dengan provinsi lain. Konten kamoanyenya kebih mudah diterima publik.


" Deru berhasil membuka mata publik yang kegemilangan yang selama ini digembor-gemborkan Alex Noerdin ternyata tidak benar. Banyak kekurangan di sana-sini, "ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (2/1).

Ahmad menambahkan, Herman Deru juga menggunakan data dan referensi penerbit datanya untuk menjelaskan apa saja yang harus diimplementasikan. Ahmad menilai Deru misalnya berhasil membongkar data kalau selama enam tahun terakhir Indeks pembangunan manusia (PHT) Sumsel selalu berada di baeah rata rata IPM nasional.

Pada kasus lain, kata Ahmad, Deru juga menjelaskan kalau IPM Sumsel berada di posisi ke-9 dari 10 provinsi se-Sumatera.

" Kampanye berbasis data seperti ini akan berdampak positif. Itu kampanye bernuansa krtitis dan mohon semua pihak mencari solusinya, "ujarnya.

Ahmad Mahalli berharap setelah jelas siapa saja pasangan calon peserta pilkada resmi akan terjalin dialog interaktif yang kritis dan bernuansa edukatif. Tentu pihak petahana, yang kemungkinan besar akan disandang oleh oleh putera kandung gubernur harus memberi tanggapan atas data yang diajukan oleh kubu penantang.

"Membalas data harus dengan data Jangan data dibalas dengan marah atau dengan argumen yang merendahkan martabat calon. Era sekarang ini harus tebal, sumbu harus panjang, pikiran harus jernih. Kalau begitu kampanye akan sehat. Yang muncul dalam kampanye adalah dialektika positif, perdebatan berbasis data , fakta dan analisis, "pungkasnya.


(jml)

Terpopuler