Mengenal Perihelion, Fenomena Bumi mendekat ke Matahari

Ilustrasi : Perihelion

MONITOR - Hari ini, 4 Januari, bumi yang kita pijak ini sedang berada pada titik yang paling dekat dengan matahari. Seperti kita ketahui, jarak rata-rata bumi ke matahari disebut satu unit astronomi adalah 150 juta km. Di mana, jarak terdekatnya adalah 147 juta km, titik terjauhnya 152 juta km.

Nicolas Copernicus adalah peletak dasar teori atau paham heliosentris, yang menyatakan bahwa dalam sistem tata surya kita, planet-planet mengelilingi matahari sebagai pusatnya.



Demikian halnya bumi kita sebagai salah satu planetnya matahari. Sejak diterimanya teori atau paham heliosentris oleh khalayak dan dibuktikan oleh Galileo Galilei, orang meyakini palenet-planet dan benda ruang angkasa yang lain mengitari matahari dalam orbit yang berbentuk lingkaran.

Dalam ilmu fisika, orbit adalah jalan yang dilalui oleh objek, di sekitar objek lainnya, di dalam pengaruh dari gaya tertentu. Orbit planet terhadap matahari pertamakali dianalisa oleh seorang ahli astronomi yang bersahabat dengan Galileo Galilei, ia adalah Johanes Kepler yang merumuskan secara matematis tentang gerak panet. Dalam temuanya, orbit planet adalah berbentuk elips, bukan lingkaran atau episikus seperti yang semula diyakini.

Pada orbit yang berbentuk elips ini, matahari berada pada salah satu titik “fokus” elips itu, bukan pada pusatnya. Apa bedanya? Pusat elips berarti titik tengah elips laiknya titik pusat lingkaran yang dapat dilalui oleh garis sumbu simetri. Sedangkan titik fokus elips ada dua, satu titik berjarak lebih ke kanan dan titik yang lain terpaut lebih ke kiri dari titik pusatnya.

Hal ini menyebabkan planet bergerak lebih dekat ke arah matahari, namun pada saat yang lain planet sedang menjauhi matahari. Tempat di mana bumi berada pada jarak paling dekat dengan matahari (hari ini) disebut perihelion, sedangkan titik terjauh dari matahari dikenal sebagai aphelion. Diambil dari bahasa Yunani, helion yang bermakan matahari, peri berarti dekat, dan apo artinya jauh. Selisih 5 juta km saat bumi berada pada perihelion (147 juta km) dan aphelion (152 juta km).

Ternyata, orbit planet tidak selalu tetap, akan terus berubah sesuai dengan perubahan nilai eksentrisnya, yaitu nilai yang menunjukkan perubahan bentuk dari orbit imajiner planet terhadap matahari.



Nilai eksentris suatu orbit berada antara 0 sampai dengan 1. Angka eksentris 0 berarti bulat sempurna, lebih dari itu berbentuk elips. Nilai 1 berbentuk parabola yang tak berujung. Menurut Milankovitch, saat ini nilai eksentris bumi adalah 0,0167, sementara ribuan tahun silam nilainya 0,0034 hingga 0,058. Nilai eksentris ini akan terus berubah membentuk suatu siklus dalam 413.000 tahun.

Apakah perubahan jarak perihelion dan aphelion itu berpengaruh pada peristiwa di bumi, semacam perubahan musim dan perubahan suhu seperti banyak dikira orang? Menurut pengamatan para ahli ternyata tidak. Musim sepenuhnya dipengaruhi oleh kemiringan bumi pada porosnya, yakni miring sebesar 23,5 derajat. Sehingga, pada waktu musim panas di belahan bumi utara, sedang terjadi musim dingin di belahan bumi selatan, dan sebaliknya. Pun demikian suhu, dipengaruhi oleh perubahan musim tadi.

Peristiwa yang terjadi adalah bumi bergerak lebih cepat saat berada di perihelion dan lebih lambat di titik aphelion katika melakukan perjalanan revolusi (mengitari) matahari.

(jml)

Terpopuler