Pilgub Sumsel 2018

Resmi Dideklarasikan, Herman Deru-Mawardi Yahya usung Visi Perubahan

Deklarasi Pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya

MONITOR   Palembang - Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada Sumatera Selatan 2018 Herman Deru - Mawardi Yahya hari ini menggelar Deklarasi di Palembang. Mengusung Visi Perubahan, didepan tim pendukung dan simpatisan, Herman Deru menyampaikan program strategis membangun Provinsi Sumatera Selatan yang lebih baik. 

"Adalah anjuran Rasulullah dan para sahabatnya agar hidup kita hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hidup kita hari esok harus lebih baik dari hari ini. Atas prinsip itulah, untuk kepentingan perbaikan dan kebaikan daerah kita di hari mendatang, maka kita berkumpul di sini. Menguatkan niat! Membulatkan tekad! Menegakkan diri untuk bersatu memperbaiki segala kekurangan yang ada pada daerah kita dan memperbaharuinya dengan seksama," ucap Herman Deru memulai Pidato Politiknya yang disambut riuh dan haru para pendukung.

Dalam Pidatonya Herman Deru menyampaikan semangat opotimisme membangun Provinsi Sumatera Selatan sebagai daerah yang dianugerahkan kekayaan baik sumberdaya alam, posisi daerah yang strategis dan kualitas sumber daya manusia. 

"Kita memiliki daerah yang kaya raya, bahkan terkaya kelima di Indonesia. Kita punya sumber daya alam yang melimpah, daerah yang strategis, akan tetapi tidak mampu dikelola dengan baik, sehingga kita sekarang menjadi daerah termiskin ke 10 dari 33 provinsi yang ada. Ini ironis! Sejak lama garis kemiskinan Sumsel selalu berada di atas garis kemiskinan nasional," ujarnya. 

Deru memaparkan keprihatinannya mengenai Indeks pembangunan manusia provinsi Sumsel yang selalu berada di bawah rata-rata nasional, bahkan dalam daftar urutan se-Sumatera ada di urutan buncit, hanya lebih sedikit dari Lampung, lainnya ada di atas semua. 

"Yang lebih memalukan adalah soal penganggaran pendidikan, Sumsel masuk rangking ke 3 yang paling rendah mengalokasikan dana pendidikan. Jua ada menghenyakkan dada yaitu temuan CBA (Center for budget analysis, Sumsel masuk provinsi ke 8 dengan tingkat kebocoran anggaran yang paling besar. Ini semua memilukan. Klaim Sumsel Gemilang kemana? Dimana gemilangnya?," Tanya Deru dengan ekspresi gusar dan sedih. 

"Apakah kita bangga dengan dibangunnya fasilitas olah raga yang disebut bertaraf internasional dan mengklaim sukses jadi pengelenggara event olah raga? Tapi saksikan bagaimana prestasi olah raga kita? Dalam PON (Pekan Olah raga nasional) ke XIX (19) kemarin, rangaking Sumsel ada di urutan ke-21 dari 33 provinsi. Padahal kita tuan rumah! Ini menyedihkan. Amat memalukan," tambahnya. 

Heru juga memaparkan beberapa kondisi infrastruktur sesuai fakta dilapangan seperti jalan rusak, sekolah tak layak dan masih banyak yang lainnya yang menggambarkan ketimpangan antar wilayah dan pembangunan kawasan yang tidak merata. 

Berangkat dari fakta persoalan itu, Herman Deru mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumatera Selatan untuk bersatu, bertekad merubah situasi tersebut dengan momentum Pilkada 2018 ini. 

"Tentu kita mau maju. Kemiskinan harus diturunkan, ketimpangan harus dipersempit, pembangunan kawasan harus merata, jalan-jalan rusak harus diperbaiki, prestasi olah raga harus dibina, korupsi harus diberantas, IPM harus naik dan bisa diatas rata-rata nasional," harapnya.

Deru, jika nanti terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, diri bersama Mawardi Yahya akan bahu membahu kolektif membangun kesadaran kolektif, menyusun program untuk mewujudkan pembangunan di provinsi selatan lebih adil dan merata serta mampu mendorong kesejahteraan masyarakatnya.

(jml)

Terpopuler