Formasi Baru Paslon Pilgub Sumsel Tak Berdampak pada Elektabilitas

Ilustrasi : Hasil Survei Elektabilitas Calon Gubernur Sumsel

MONITOR, Palembang - Hari ini, Senin (8/1) merupakan hari pertama pembukaan pendaftaran peserta Pilkada Serentak di KPUD masing-masing. Khusus terkait Pilkada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Pilgub Sumsel) beredar nama-nama pasangan calon yang diduga fix dan tidak berubah lagi. Ya, Pilgub Sumsel hampir dipastikan bakal diikuti empat pasangan calon (Paslon). 

Keempat paslon yang akan berkompetisi tersebut adalah pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya yang diusung oleh gabungan partai politik PAN, Nasdem dan Hanura. Kemudian pasangan Dodi Reza Alex - Giri R Kiemas yang diusung oleh gabungan partai politik PDIP, Golkar dan PKB. Lalu Ishak Mekki - Yudha Pratomo Mahyuddin yang diusung oleh gabungan partai politik Demokrat, PPP dan PBB. Terkahir, pasangan Aswari Riva’i - Irwansyah yang akan diusung gabungan partai politik Gerindra dan PKS.

Sebelumnya sempat muncul nama Iskandar Sahil sebagai pasangan Aswari Riva’i, namun akhirnya Partai Gerindra dan PKS memutuskan memilih Irwansyah yang menjabat walikota Pangkal Pinang dan kader PDI Perjuangan sebagai pendamping Aswari. Pilihan Irwansyah untuk menjadi calon wakil gubernur ini bukan tanpa risiko, mengingat partainya telah memutuskan menunjuk Giri sebagai utusan resmi partai dalam pilkada. 

Menanggapi formasi peserta pilkada itu, peneliti politik dari Lembaga Survei Politik Indonesia, Rachmayanti Kusumaningtyas menyatakan tidak ada kejutan berarti yang berdampak mengubah peta elektabilitas dengan formasi akhir tersebut. 

Menurutnya, melihat formasi yang ada, Ishak Mekki akan menjadi pasangan yang harus kerja keras, mengingat pasangannya adalah mantan bakal kandidat walikota Palembang dan telah bersosialisasi cukup intens namun tak mendapat tanggapan partai maupun publik. 

“Semua tahu Pak Yudha itu bakal calon walikota Palembang, jargonnya Palembang Maju. Eh yang ada dia yang maju jadi calon wakil gubernur,” ungkap Rachmayanti saat dimintai komentarnya mengenai formasi akhir peserta pilkada Sumsel di Palembang, Minggu malam (7/1).


Rachma menambahkan, masuknya nama Yudha Mahyuddin dan Irwansyah secara elektoral tidak memberi bobot elektabilitas yang berarti. Itu karena keduanya tidak punya popularitas dan elektabilitas yang memadai, hal mana tergambar dari berbagai survei yang dirilis ke publik maupun dapat diakses datanya. 

“Dari delapan nama kandidat yang ada, hanya empat  orang yang popularitasnya bagus, mereka adalah Herman Deru, Ishak Mekki, Dodi Reza Alex dan Aswari Riva’i. Empat nama lain popularitasnya masih rendah. Itu artinya semua paslon harus kampanye massif,” ujarnya.

Rachmayanti mengungkapkan peta kekuatan 4 paslon yang ada. Menurutnya, pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya masih yang terkuat. Pada survei Desember 2017, pasangan ini memiliki elektabilitas di kisaran 34 persen, jauh di atas pasangan Dodi Reza Alex - Giri Ramanda Kiemas yang berada di kisaran 20 persen. Sementara Ishak Mekki dan Aswari Riva’i keduanya berasa di bawah 10 persen. 

Rachmayanti menjelaskan, ada waktu enam bulan sampai ke hari pencoblosan yang secara teoritis tidak mudah menaikan telektabilitas dalam kurun waktu itu. Sebaliknya menurunkan elektabilitas jauh lebih mudah.

“Artinya bisa saja akan ada paslon yang turun elektabilitasnya karena gagal menangkis isu atau berpuas dengan hasil survei yang ada,” pungkasnya.


(jml)

Terpopuler