Langkah Kemenperin Tingkatkan Ekspor Industri Nonmigas

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

MONITOR, Jakarta - Sampai Bulan November tahun 2017 Kemenperin mencatat, ekspor industri pengolahan nonmigas sebesar USD114,67 miliar atau naik 14,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sekitar USD100,36 miliar.

Ekspor industri pengolahan nonmigas ini memberikan kontribusi hingga 74,51 persen dari total ekspor nasional sampai November 2017 yang mencapai USD153,90 miliar.

Menteri Airlangga mengungkapkan, pemerintah akan mengadakan roadshow kepada investor dan rating agency agar mereka mengetahui bahwa regulasi-regulasi di Indonesia sudah diperbaiki sehingga iklim investasi saat ini menjadi lebih kondusif.

“Bapak Presiden juga mengusulkan perlunya diadakan one on one meeting,” tuturnya.

Untuk itu, guna semakin mendongkrak daya saing manufaktur nasional, hal utama yang sedang diupayakan Kemenperin adalah memfasilitasi pemberian insentif fiskal kepada industri yang mengembangkan pendidikan vokasi dan membangun pusat inovasi di Indonesia.

“Dalam rapat terbatas, saya sampaikan bahwa Kemenperin sudah mengajukan kepada Kementerian Keuangan terkait pemberian tax allowance sebesar 200 persen untuk vokasi dan 300 persen untuk research and development,” jelasnya.

Menperin pun menyatakan, fasilitas insentif fiskal tersebut merupakan hasil benchmark dengan Thailand dan negara lain. Diharapkan, akan turut meningkatkan daya saing Indonesia dibanding negara ASEAN lain.

Apalagi, pengelolaan ekonomi di Tanah Air dinilai semakin membaik mulai dari peringkat ease of doing business yang melonjak ke posisi 72 pada tahun 2017 dan peringkat layak investasi yang diberikan lembaga pemeringkat internasional Standard.


(SKW)

Terpopuler