Pilgub Sumsel

Berkas Pendaftaran Dinyatakan Lengkap, Herman Deru Apresiasi Perjuangan Pendukung

Pendaftaran Herman Deru-Mawardi Yahya di KPUD Sumsel

MONITOR, Palembang - Hari kedua pendaftaran peserta pilkada Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan ditandai dengan lengkapnya berkas persyaratan dua bakal paslon yakni Ishak Mekki - Yudha Mahyuddin dan Herman Deru - Mawardi Yahya. Kedua pasangan itu bahkan telah menerima surat undangan pemeriksaan kesehatan yang menandakan dilanjutnya pendaftaran ke tahap berikutnya. 

Khusus untuk pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya menjadi pasangan pertama yang menjalankan PKPU No. 3 tahun 2017 khususnya pasal yang membahas mengenai keadaan dimana pimpinan partai politik tingkat provinsi tidak mau mendaftarkan bakal pasangan calon. Hal tersebut dikarenakan Partai Hanura Provinsi Sumatera Selatan akhirnya mengambil alih kewenangan mendaftarkan dan memberi mandat kepada salah seorang Ketua DPP dan wasekjen untuk mendaftarkan.

Herman Deru mengaku bersyukur proses pendaftarannya berlangsung lancar serta berkas dukungan dinyatakan lengkap meski ada sedikit dinamika kecil terkait dukungan dari Partai Hanura, Deru mengaku merasa lega.

"Alhamdulillah satu langkah lagi proses pendaftaran kita lewati dengan lancar. Ini merupakan awal yang baik ikhtiar kita untuk mewujudkan perubahan," kata Deru di Kantor KPUD Sumsel, Palembang, Selasa (9/1).

Disinggung terkait dengan sikap DPD Partai Hanura yang memberikan mandat kepada DPP untuk mendaftarkan dirinya, Deru mengaku tidak mempermasalahkannya. Hal tersebut dianggap wajar karena bagian dan  dinamika politik terlebih itu merupakan internal partai.

"Itu bagian dari dinamika politik yang ada. Saya menghargai apapun sikap politik teman-teman partai pendukung. InsyaAllah seiring berjalannya waktu akan cair dengan komunikasi yang intens satu sama lain," ungkapnya. 

Sementara itu ditempat terpisah Pengamat Politik dari Stratakindo Research and Consulting Oktarina Sobardjo menyatakan sikap dan kedewasaan politik Herman Deru dalam menyikapi friksi di DPD Hanura Provinsi Sumsel patut diacungi jempol. 

Menurut Oktarina, pilkada pada hakikatnya adalah pertarungan figur pribadi para calon, partai politik hanya kendaraan saja, itulah mengapa ada ruang untuk para individu bisa mencalonkan secara perseorangan. Ia menambahkan, sikap dan kedewasaan politik yang ditujukan pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya akan lebih memikat para pemilih dibanding ajakan boikot untuk sebaliknya tidak memilih paslon tersebut oleh siapapun. 


"Pemilih juga akan melihat siapa yang menganjurkan itu. Lagi pula siapa yang bisa tahu pasangan mana yang dicoblos di bilik suara. Azasnya jelas langsung umum bebas rahasia jujur dan adil,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (9/1).

Oktarina menegaskan elektabiltas pasangan calon akan naik atau turun bergantung pada kampanye di sisa waktu yang ada. Kalau mereka berkampanye sercara cermat dan dapat dipercaya oleh pemilih, ya akan bagus elektabilitasnya. Ia mengingatkan, kampanye idealnya harus menyentuh semua lapisan pemilih di semua TPS.

“Hanya mengandalkan kunjungan ke daerah atau pasang gambar dan memakai sosial media tidak akan sanggup menyentuh semua. Bagaimanapun harus punya jaringan kerja kampanye sampai ke semua desa dan TPS secara merata,” ujarnya.

Saat ditanya siapa yang terkuat dari empat bakal pasangan calon yang ada, Oktarina menyebutkan potensi kemenangan masih dimiliki pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya. 

"Sejauh data yang ada, pasangan ini adalah yang tertinggi elektabilitasnya namun posisi bisa saja berubah mengingat kontes sesungguhnya baru akan berlangsung mulai minggu depan," ungkapnya. 

Oktarina menyebut Yudha Mahyuddin punya pengalaman dan punya tim kampanye sosial media yang mumpuni. Lalu Irwansyah dipandangnya punya jaringan media yang luas. Sementara Dodi Reza dinilai akan memakai cara ayahnya saat memenangkan pilkada sebelumnya yakni dengan membangun jaringan pemenangan sampai ke TPS-TPS. 

“Nah, kalau pasangan Herman Deru - Mawardi Yahya kalah gerak di udara dan kalah banyak jaringan di darat, bisa saja kesalip atau kesusul elektabilitasnya. Tapi saya harus katakan tidak mudah juga menyalip selisih di atas 10 persen dalam enam bulan,” pungkasnya.


(jml)

Terpopuler