Pengamat : Capaian Sektor Migas 2017 Patut Diacungi Jempol

Pengamat Ekonomi dan Energi UGM, Fahmy Radhi

MONITOR, Jakarta - Sepanjang tahun 2017, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil mencatatkan capaian-capaian positif di subsektor minyak dan gas bumi (migas), baik di sektor hulu, hilir, hingga penerimaan negara. Kementerian ESDM juga telah menetapkan Outlook Migas 2018 uituk lifting migas sebesar 2.000.000 BOEPD, yang terdiri dari 800.000 BOPD untuk lifting minyak bumi dan 1.200.000 BOEPD untuk gas bumi di sektor Hulu.

Untuk Sektor Hilir, pada tahun 2017, Pemerintah melanjutkan program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016. Hingga akhir 2017, sebanyak 57 titik BBM Satu Harga dari Pulau Sumatera hingga Papua telah diresmikan, Pembagian 40.000 unit konverter kit akan dibagikan kepada nelayan di 44 Kabupaten/Kota, dan program jaringan gas bumi (jargas) kota yang mendapat tambahan sebesar 63.551 Sambungan Rumah (SR) pada tahun 2017.   

Pengamat Ekonomi dan Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan capaian Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM dalam subsektor Migas 2017 patut diapresiasi termasuk optimisme menjadikan sektor migas sebagai sektor strategis pemasukan negara dalam outlook 2018. 

“Capaian-capain dibidang migas dimana indikatornya peningkatan pendapatan yang cukup pesat ditengah situasi yang kurang mendukung sementara disisi lain biaya yang selama ini dikeluarkan oleh pemerintah dalam bentuk costway itu bisa ditekan dan cenderung turun,” katanya kepada kepada MONITOR, Selasa malam (9/1).

Adapun terkait dengan turunnya produksi migas, hal tersebut lanjut Fahmi hal tersebut karena beberapa faktor diantarnaya harga minyak yang cenderung turun dalam kurun waktui 5 tahun terakhir sehingga investasi hulu migas lesu. 

“Dengan diberlakukannya perubahan dalam kontrak Hulu migas menggunkan skema gross split saya kira akan mendorong investor untuk kembali bersemangat masuk kedalam sektor hulu migas misalnya kemarin lelang lahan migas dari tujuh yang ditawarkan lima yang diambil itukan artinya 50 % lebih,” jelasnya.

Fahmi juga memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah dalam upaya mewujudkan Kemandirian Energi. Dalam catatannya,  baru saat ini kemandirian Energi betul-betul serius diwujudkan oleh oleh kementrian ESDM seperti pengalihan Blok Mahakam yang sudah 50 tahun dikuasai oleh asing per-1 januari ini diserahkan penuh kepada Pertamina. 

“Kalo pertamina kemudian menawarkan shell done 30-39% itu kewenangan pertamina. pemerintah hanya menggariskan bahwa pertamina harus mayoritas 51% kemudian 10% harus untuk public vising,” tandasnya.

“Di Pemerintahan Jokowi, Kemandirian energi saya kira itu capaian yang luar biasa. Soal BBM Satu Harga jika dilihat dari segi ekonomis, dari segi biaya angkut memang merugikan bagi pertamina. tetapi jokowi ini bilang ini bukan masalah untung rugi tapi masalah keadilan artinya program bbm satu harga yang ingin dicapai adalah keadailan dan keberpihakan pada rakyat diseluruh indonesia,” tegasnya.

(hen)

Terpopuler