PetroChina Tertarik Garap Blok East Natuna

Ilustrasi

MONITOR, Jakarta - Kontraktor minyak dan gas bumi (migas) PetroChina tertarik menggarap Blok East Natuna bersama dengan PT Pertamina (Persero).

"Kami sudah menunjukkan ketertarikan dengan mengirimkan surat resmi kepada pemerintah Indonesia, namun memang masih menunggu tanggapan dari pemerintah," kata Presiden PetroChina International Companies, Gong Bencai ,di Jakarta, Rabu (10/1).

Ketertarikan tersebut karena PetroChina memiliki teknologi yang sedang dikembangkan di Blok Jabung, Jambi. Dengan teknologi tersebut ia percaya dapat mengembangkan potensi yang dimiliki Blok East Natuna yang saat ini dikelola oleh Pertamina.

PetroChina International Companies Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di industri hulu migas. PetroChina merupakan anak perusahaan China National Petroleum Corporation (CNPC) yang berpusat di Beijing.

PetroChina memulai bisnisnya di Indonesia pada 2002 dengan mengakuisisi Devon Energy, perusahaan asal Amerika Serikat. Saat ini, PetroChina merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mengoperasikan Blok Jabung dan Blok Tuban, keduanya di Jambi. Di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas.

Sebagai operator Blok Jabung, PetroChina memiliki mitra Petronas dan Pertamina Hulu Energi melalui Joint-Operating Body Pertamina-PetroChina East Java dalam pengelolaan Blok Tuban di Jawa Timur dan JOB PPS di Blok Kepala Burung-Salawati Island di Papua Barat.

Tahun 2016 produksi rata-rata harian di produksi pusat Blok Jabung mencapai 53.687 barrel oil equivalent per day (BOEPD) termasuk produksi gas untuk fuel own use.

Sedangkan pada 2017, produksi rata-rata harian di pusat Blok Jabung, mencapai 54.497 ribu BOEPD (gas). Rencana program 2018 meliputi kegiatan pemboran dan komplesi 16 sumur baru, 17 kegiatan kerja ulang (workover) dan 123 kegiatan perawatan sumur.


(azn)

Terpopuler