Pilkada Jakarta Habiskan Anggaran Rp 411 Miliar, Kemana Sisanya?

Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno

MONITOR, Jakarta - Pelaksanaan Pilkada Jakarta telah berlalu. Namun apakah masyarakat Jakarta tahu berapa besar anggaran yang dihabiskan untuk perhelatan pesta demokrasi di Ibu Kota?

Ternyata anggaran yang dihabiskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Jakarta untuk menuntaskan perhelatan Pilkada Jakarta, mencapai Rp 411 miliar.

Anggaran Rp 411 miliar ini lebih kecil dari persiapan yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta yang memberikan anggaran sebesar Rp 478 miliar. Berarti ada sisa anggaran sebesar Rp 67 miliar yang tidak terpakai.

Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengatakan, sisa anggaran Rp 67 miliar tersebut akan dikembalikan kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Ini kami datang kesini (balaikota), mau bertemu Pak Gubernur untuk memberi laporan dan mengembalikan mengembalikan sisa anggaran pilkada," ujar Sumarno yang didampingi sejumlah anggota KPU lainnya di Balaikota, Kamis (11/1).

Dijelaskan Sumarno, ada beberapa poin penting yang akan disampaikan kepada gubernur terkait laporannya soal perhelatan Pilkada Jakarta.


Poin pertama soal laporan penyelenggaraan Pilkada DKI 2017 beserta realisasi anggarannya. Sumarno menjelaskan bahwa anggaran hibah yang mereka terima dari Pemprov DKI ketika itu adalah sebesar Rp 478 miliar sudah digunakan sebagaimana mestinya.

Namun tidak semua anggaran hibah mereka gunakan semua. Sisanya ada Rp 67 miliar dari seluruhan anggaran Pilkada DKI. "Kami mengembalikan itu sebesar Rp 67 miliar dari seluruhan anggaran Pilkada DKI. Itu sudah kami serahkan kepada Pemprov DKI," tegasnya.

Yang kedua, lanjut Sumarno, KPU DKI juga melaporkan soal persiapan penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019. Pihaknya melaporkan soal tahapan pesta rakyat lima tahunan itu yang sudah mulai berjalan. Selain itu, pihaknya juga mengeluhkan soal sarana dan prasarana yang dimiliki.

"Perlu fasilitasi peningkatan sarana dan prasarana, perkantoran, untuk mobilitas dan juga yang lain-lain termasuk juga tenaga pendukung untuk menunjang kerja para penyelenggara dalam rangka pelaksanaan pemilu tahun 2019," ujarnya.

Bagai gayung bersambut kata Sumarno, Gubernur Jakarta Anies Baswedan ternyata menyanggupi untuk memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi KPU DKI. Pihaknya pun berencana membentuk tim kecil untuk mencari tahu apa saja yang bisa dibantu oleh Pemprov DKI. Dari pantauan Monitor, pertemuan KPUD Jakarta, dangan Gubernur Jakarta berlangsung tertutup. 


(tsar)

Terpopuler