Rabu, 17 April, 2024

Panen Raya Tiba, Petani Bojonegoro Keluhkan Harga Gabah Jatuh

MONITOR, Kabupaten Bojonegoro kini memasuki panen raya padi. Hal ini ditandai dengan panen 359 hektar dari hamparan 1.783 hektar yang siap panen  di hamparan lahan pertanian wilayah Kanor, Baureno, Bojonegoro.

Petani merangkap Ketua LPPD Desa Gedongarum Kecamatan Kanor, Bambang Pujianto mengatakan ini sudah selesai dipanen 511 hektar dan sekarang akan memanen 1.272 hektar.

Lebih lanjut Bambang mengatakan padi ini varietas ciherang, inpari, situ bagendit dan denok hasilnya 10 sampai 12 ton gabah kering panen per hektar.

"Kami tanam sebagian 3 kali setahun dan minimal 2 kali setahun tergantung irigasi", ujarnya di lokasi panen raya Desa Gedongarum, Kanor, Bojonegro, Senin (22/1/2018).

- Advertisement -

Kendati demikian, Bambang mengeluhkan harga gabah seminggu lalu masih bagus 5800 perkg kini sudah turun 600 menjadi 5200. Ia menjelaskan harga gabah kering panen cenderung menurun di lokasi panen.  

“Pengalaman tahun lalu malah harga gabah jatuh berkisar Rp 3000 perkg tergantung kualitasnya,” keluhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Akhmad Djupari mengatakan panen padi se Bojonegoro bulan Desember yang lalu 4.973 hektar setara beras 17.484 ton. Pada januari panen 8.227 hektar setara beras 28.924 ton gabah, Februari panen 35.779 hektar setara beras 125.789 ton dan nanti, Maret panen 25.694 hektar setara beras 90.333 ton.  

“Ini Bojonegoro sudah masuk panen raya pak" terangnya.

Adapun hasilnya produktivitas rata-rata padi disini 6,4 GKG/hektar. Apabila dihitung kebutuhan konsumsi penduduk Bojonegoro 1,2 juta jiwa butuh 11.488 ton beras per bulan. Untuk Januari surplus beras 17.436 ton, Februari 114.301 ton dan Maret  78.845 ton beras. 

“Harga gabah panen turun sekitar Rp 600 perkg. Jadi Tolak impor, ojo impor, di sini banyak beras,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, menyatakan panen padi pada Januari 2018 se-Jawa Timur seluas 75 ribu hektar, Februari  242 ribu hektar dan Maret 456 ribu hektar.

Produksi Jawa Timur pada Januari sebanyak 438 ribu ton GKG setara beras 285 ribu ton, terus Februari 1.4 juta ton GKG setara beras 960 ribu ton dan Maret sebesar 2,7 juta ton GKG setara beras 1.7 juta ton. 

“Ini kan Jawa Timur sentra padi terluas di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hadi jelaskan, konsumsi beras Jawa Timur berdasarkan jumlah penduduk 39 juta jiwa adalah 297 ribu ton beras perbulan.  Jadi untuk Januari ini aman stock BULOG 163 ribu ton. 

“Sedangkan pada Februari dari produksi beras diperoleh surplus 663 ribu ton dan Maret surplus 1,4 juta ton,” terangnya.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan panen padi nasional bulan Januari 2018 seluas 854 ribu hektar dengan hasil 4,51 juta ton GKG setara 2,83 juta ton beras, surplus 329 ribu ton dibanding kebutuhaan konsumsi 2,5 juta ton.  Selanjutnya nanti Februari panen 1,63 juta hektar dengan produksi 8,67 juta ton GKG setara 5,43 juta ton beras surplus 2,93 juta ton beras dan Maret panen 2,25 juta hektar dengan produksi 8,8 juta ton GKG.

Pada saat panen raya padi di Kanor, Bupati Bojonegoro  Suyoto bertanya ke semua petani yang hadir terkait penolakan impor beras. 

“Bagaimana petani, dijawab serentak tolak impor, merdeka!!" Saudara sekalian untuk diketahui, wilayah Kanor ini dulu pinggiran miskin dan sekarang dibangun dan haji terbesar Bojonegoro berasal dari Kanor,” tegasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan stock beras Jawa Timur Januari ini ada 155 ribu ton.  Nanti Februari akan surplus 660 ribu ton. Produksi setahun 8,7 juta ton beras, surplusnya hingga 5,1 juta ton dan memasok pada 15 provinsi lain.

“Harga di Jawa Timur tidak masalah, ini stabil.  Sejak 2013 sudah ada Pergub tidak IMPOR Beras" tegasnya.

"Masalahnya bukan pada produksi, melainkan tata niaga pangan, ini manajemen stock saja, perkaranya hanya itu,” tambah dia.

Ketua KTNA Nasional mengatakan fakta di lapangan yakni luas lahan panen sangat luas. Petani di Jawa Timur juga menolak impor.

“saya saksikan sendiri panen sangat luas, petani Jawa Timur menolak impor beras,” ujarnya.

Wakasad TNI AD Letnan Jenderal Tatang Sulaiman mengatakan TNI mendukung penuh program Kedaulatan Pangan dengan mencetak sawah hingga 200an ribu hektar. Pendampingan Babinsa sehingga bisa bertani tepat waktu dan membantu serap gabah petani kepada BULOG.  

“TNI berkomitmen terus menjaga ketahanan pangan,” tuturnya.

Selanjutnya Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan tugas KPPUbbersama Satgas Pangan mengawal agar distribusi beras dari petani hingga ke  sentra konsumen tidak ada gangguan.

Selanjutnya Kabareskrim Polri Ari Dono Sukanto menyebutkan melihat sendiri panen saat ini yang begitu luas. Pihaknya menjaga agar petani dan konsumen tidak dirugikan dan yang mengganggu pasar. 

“Karena itu yang nakal kita PUKUL,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan akan selalu memperjuangan kesejahteraan petani. 

“Andaikan derita petani ini bisa dipindahkan ke saya, ini ku wakafkan jiwa raga untuk petani,” ucap Amran.

Pada tahun 2018 Bulog ditargetkan menyerap 3,7 juta ton beras dan sesuai kesepakatan Rapat koordinasi, Januari hingga Juni 2018 BULOG harus menyerap 2,2 juta ton.

"Dengan demikian maka stock beras BULOG akhir Desember 2018 mencapai minimal 2,0 juta ton,” jelas Amran.

Menteri Amran mengalokasikan anggaran 2018 untuk Jawa Timur sebesar Rp 1,7 triliun dan alokasi untuk Kabupaten Bojonegoro 20.000 ha kedelai, 6.990 ha jagung, 5.400 ha padi, 50 ha bawang merah, dan 206 unit alat mesin pertanian.

Sebelum menghadiri acara di Kanor,  rombongan memantau panen wilayah Jawa Timur menggunakan tiga pesawat helikopter.

Hadir dalam acara "tanam dan panen padi tiap hari menuju kedaulatan pangan" di Kanor Bojonegoro ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Timur  Soekarwo, Wakasad TNI-AD Letnan Jenderal Tatang Sulaiman, Kabareskrim Irjenpol Ari Dono Sukanto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag  Tjahya Widayanti, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian Ilyas Payong, Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Pangdam Brawijaya, Bupati Grobogan Suyoto, Direktur Bulog Imam, perwakilan Bank BUMN, PT SHS, PT Pertani dan 1500 petani.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER